Kamis, 19 Februari 2009

Pejuang Perempuan Indonesia Pertama

Awal Gerakan Perempuan: R.A. Kartini

Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 di berbagai penjuru Indonesia kita jumpai banyak tokoh terkemuka perempuan, yang tampil demi hak rakyat mereka masing-masing. Sejauh yang kita ketahui, perhatian pokok mereka adalah perjuangan bersenjata melawan Belanda yang sedang dilakukan oleh suami mereka. Cut Nyak Dien dan Cut Meutia adalah tokoh wanita di Aceh. Di Jawa, Roro Gusik membantu suaminya, Untung Surapati, mengangkat senjata; di Maluku, Martha Tiahahu membantu Pattimura memberontak; dan di Sulawesi Selatan, Emmy Saelan giat dalam perlawanan Wolter Monginsidi.
RA. Kartini umumnya disebut-sebut sebagai salah seorang di antara tokoh-tokoh terkemuka perempuan feminis dari zamannya, dan ia memang tokoh feminis dari masa awal yang paling terkenal. Kartini (1879-1904) adalah anak kedua (perempuan) dari Bupati Jepara, sebuah daerah di pantai utara Jawa. Ayahnya seorang yang berpikiran maju, karenanya mengizinkan anak-anak perempuannya mengikuti pendidikan sekolah dasar bersama-sama dengan abang-abang rnereka. Suatu hal yang luar biasa untuk zaman itu. Walaupun Kartini sangat ingin meneruskan sekolahnya sesudah memasuki masa remajanya, seperti halnya abang-abangnya, yang salah seorang di antaranya bahkan belajar di Universitas Leiden, Negeri Belanda, ia justru dimasukkan ke pingitan "kurungan emas," demikian ia menyebut istana ayahnya di dalam salah satu suratnya. Begitulah adat-istiadat bagi gadis-gadis bangsawan zaman itu. Di dalam pingitan itu, sambil menunggu saat dikawinkan dengan laki-laki yang mungkin belum pernah dilihatnya sebelumnya, Kartini memulai surat-menyuratnya yang luar biasa dengan beberapa tokoh, termasuk seorang feminis Belanda, Stella Zeehandelaar. Di dalam surat-suratnya ini yang sering merupakan luapan amarah terhadap segala keadaan yang mengungkung kebebasan geraknya, dan yang menghalangi dirinya dari perjuangan sepenuhnya untuk kepentingan dan emansipasi rakyat Jawa pada umumnya, dan perempuan Jawa pada khususnya, ia merumuskan gagasan-gagasannya, yang unsur-unsur pokoknya adalah sebagai berikut:

ia memandang pendidikan bagi kaum perempuan sebagai salah satu syarat penting untuk memajukan rakyatnya, oleh karena ibu yang terpelajar bisa diharapkan kemampuannya dalam mendidik anak-anak lebih baik;

tidak hanya perempuan kalangan miskin, perempuan kalangan atas pun harus diberi kesempatan menjadi pencari nafkah sendiri, dan mencari pekerjaan yang cocok bagi mereka, misalnya menjadi perawat, bidan, dan guru;

poligini harus dihapuskan karena merendahkan martabat kaum perempuan.

Ibunya adalah salah seorang di antara istri-istri Bupati Jepara, ayahnya. Kartini sering berbicara tentang penghinaan terhadap kaum perempuan yang harus mengalami perkawinan permaduan (poligini). la terutama sangat benci terhadap pikiran bahwa dirinya sendiri pun bisa diberikan kepada seorang laki-laki dalam perkawinan permaduan seperti itu.

Sesudah berhasil mengatasi berbagai kesulitan yang besar, akhirnya ia berhasil membuka sekolah yang pertama untuk gadis-gadis pribumi, di pekarangan rumah orangtuanya.

Tahun 1903 ia menikah dengan Bupati Rembang, yang sudah mempunyai sekian istri selir dan sekian banyak anak. Kartini menjadi "istri perdana" resmi, karena kedudukannya yang lebih tinggi dibandingkan semua istri lainnya. Pasti Kartini banyak berkorban karena menerima perkawinan itu, tetapi edisi pertama surat-suratnya hampir tidak sepatah kata pun mengungkap penderitaan batinnya. Baru belakangan ini suratmenyuratnya yang lengkap dengan sepasang suami-istri Belanda yang sangat akrab dengannya, Tuan dan Nyonya Abendanon, diterbitkan. Di dalam surat-surat "tambahannya" itu Kartini menulis tentang keputusasaannya, karena harus menikah dengan seorang laki-laki yang sudah mempunyai beberapa istri. Cukup aneh bahwa seluruh perkawinan permaduan Kartini ini hampir disepelekan baik oleh para penulis biografi masa lalunya maupun oleh sebagian besar pengikutnya, di masa sekarang ini. Hal ini semakin lebih mengherankan karena masalah permaduan dalam pandangan banyak perempuan Indonesia sekarang masih belum terselesaikan secara baik. Betapapun tradisionalnya Bupati Rembang itu dalam pandangannya tentang perkawinan, dalam hal-hal lain ia orang yang berpikiran cukup maju. la menyokong cita-cita Kartini, dan mengizinkannya melanjutkan sekolah di Rembang. Agaknya Kartini sendiri mau menerima keadaan yang dihadapinya. Perkawinannya tidak berlangsung lama. Tahun 1904 Kartini meninggal pada umur dua puluh lima, pada saat melahirkan.

Kartini bukanlah satu-satunya perempuan yang berjuang untuk pendidikan kaum perempuan pada zamannya. Beberapa butir dari cita-cita perempuan yang dinamis, dan dalam banyak hal juga berjiwa pemberontak ini, diikuti oleh tokoh-tokoh perempuan lainnya, terutama cita-citanya tentang pendidikan bagi kaum perempuan. Di Jawa Barat, Dewi Sartika menyebarkan pandangan yang sama, dan di daerah Minangkabau, Sumatra Barat, Rohana Kudus berbuat serupa pula. Meskipun demikian Kartini yang menjadi simbol gerakan perempuan Indonesia. Hari lahirnya, 21 April, selalu dirayakan oleh organisasi-organisasi perempuan dewasa ini. Adanya kaum perempuan di sekolah-sekolah, universitas-universitas, atau angkatan bersenjata, biasanya disebut-sebut sebagai bukti tentang taraf emansipasi yang telah dicapai oleh perempuan Indonesia; dan diadakan pula lomba untuk mencari siapa di antara para peserta yang berwajah paling mirip dengan Kartini, tentu saja mirip secara lahiriah, bukannya dalam jiwa pemberontakan dan kemerdekaannya. Dalam tahun 1969 Kartini bahkan dinyatakan sebagai "Pahlawan Nasional."

Dalam biografi singkat R.A. Kartini ini terkandung sebagian besar unsur gerakan perempuan Indonesia pada masa sebelum perang. Keanggotaan gerakan berasal dari kalangan atas. Perjuangan untuk pendidikan kaum perempuan dan reformasi perkawinan merupakan masalah pokok. Seperti halnya dengan organisasi-organisasi perempuan umumnya ketika itu, baik di Eropa maupun di kebanyakan negeri Dunia Ketiga, persoalan yang menjadi perhatian perempuan Indonesia adalah yang lebih berkaitan langsung dengan perempuan kelas atas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wellcome... Selamat Datang di Taman Makam Pahlawan R.A. Kartini Bulu Mantingan Rembang

Kartini Sang Pejuang Hak-hak Perempuan

Mengenang Kartini berarti mengenang perjuangan sesosok perempuan lokal melawan tirani budaya yang feodalistis dan hegemonis. Mengenang Kartini juga mengingatkan sejumput cita kesetaraan laki-laki dan perempuan. Tapi, sementara kita memperingati Kartini berulang kali, masih saja terlihat penindasan terhadap kaum perempuan di mana-mana.

Bulan April merupakan tanggal yang sangat berarti, terutama bagi yang bergiat dengan isu-isu keperempuanan. Tanggal 21 April Kartini lahir; sosok pejuang nasional perempuan yang tak kenal lelah menyuarakan isu-isu perempuan. Mengenang Kartini berarti mengenang perjuangan sesosok perempuan lokal melawan tirani budaya yang feodalistis dan hegemonis. Mengenang Kartini juga mengingatkan sejumput cita kesetaraan laki-laki dan perempuan. Mengenang Kartini juga mengingatkan pentingnya pendidikan bagi sebuah bangsa.

Tapi, sementara kita memperingati Kartini berulang kali, masih saja terlihat penindasan terhadap kaum perempuan. Kekerasan terhadap tenaga kerja wanita (TKW) merajalela. Mereka tak jarang ter(di)bunuh di rantau orang. Pendidikan kian mahal, hingga banyak yang tak mampu bersekolah. Pendidikan dikomodifikasi dan menjadi lokus penjajahan baru. Budaya dan mental penjajah masih bercokol dalam hati para pejabat pemerintah kita. Hutang luar negeri kian menumpuk. Inikah yang diharapkan Kartini? Dan apakah ini pertanda reduksi besar-besaran terhadap gagasan Kartini, sulit memastikannya.

Namun dalam pelbagai peringatan tentangnya, Kartini seringkali disajikan sebagai teladan resmi, bukan karena apa yang dikatakannya melainkan apa yang dikatakan orang mengenai dirinya. Pramoedya Ananta Toer dalam pengantar buku Panggil Aku Kartini Saja menulis: “Sampai sedemikian jauh, Kartini disebut-sebut di berbagai peringatan lebih banyak sebagai tokoh mitos, bukan sebagai manusia biasa, yang sudah tentu mengurangi kebesaran manusia Kartini itu sendiri serta menempatkannya dalam dunia dewa-dewa. Tambah kurang pengetahuan orang tentangnya, tambah kuat kedudukannya sebagai tokoh mitos. Gambaran orang tentangnya dengan sendirinya lantas menjadi palsu, karena kebenaran tidak dibutuhkan, orang hanya menikmati candu mitos. Padahal Kartini sebenarnya jauh lebih agung dari pada total jendral mitos-mitos tentangnya.” selengkapnya... http://islamlib.com/id/artikel/teks-itu-bernama-kartini/

Sekolah Kartini

Sekolah Kartini
De Inlandsche Meisjesschool Kaoetamaan Istri te Bandoeng

Peringatan Hari Kartini

Peringatan Hari Kartini
Soekarno pada Peringatan Hari Kartini

Harapan Kartini


Kartini dan Kesejahteraan Bangsa

Oleh DA Simanjuntak

Kartini, sang perempuan Jepara hanyanmampu meratapi nasibnya melalui tulisan. Namun, ratapan Kartini tersebut dijadikan inspirasi bagi kebangkitan perempuan Indonesia. Agaknya, banyak perempuan Indonesia yang lebih hebat dari Kartini. Mereka tidak tertindas oleh dominasi kaum laki-laki dan pasungan budaya, sebut saja Cut Nyak Dien perempuan pejuang dari Aceh yang dengan gagah berani memimpin para pejuang Aceh yang didominasi oleh laki-laki untuk melawan penjajah, belanda atau kapekape sebutan orang Aceh untuk para penjajah tersebut. Saya memberanikan diri untuk menduga, mungkin karena perempuan Indonesia dulu sampai sekarang adalah manusia-manusia yang mampu menahan penderitaan yang teramat perih, mampu bertahan demi cinta, rela menderita, demi kehormatan, ikhlas terpasung demi pengabdian dan berbagai alasan lain yang menggambarkan kemampuan dan kerelaan perempuan untuk bertahan akan himpitan penderitaan. Sehingga, cita-cita Kartini agar perempuan Indonesia mampu menjadi perempuan yang mandiri dan tidak terpasung oleh budaya yang membatasi gerak kaumnya dianggap sebagai pikiran dan cita-cita mulia untuk kemajuan perempuan, padahal Kartini sendiri tidak mampu melawan pasungan budaya dan sama sekali tidak melakukan perlawanan terhadap pasungan tersebut. Ratapan melalui tulisan adalah ungkapan penderitaan yang dialami oleh Kartini, dia bertahan. Namun, tak mampu mendorong perlawanan. Penderitaan Kartini, menggambarkan wajah perempuan Indonesia. Sehingga bangsa ini lebih senang merayakan kelahiran Kartini bukan kelahiran Cut Nyak Dien atau perempuan-perempuan hebat lain.
Daya tahan yang kuat terhadap berbagai himpitan penderitaan adalah potensi bagi pembangunan, bukan kelemahan. Selama, daya tahan tersebut diimbangi peningkatan kualitas perempuan melalui pendidikan, sehingga mereka menjadi kaum yang memiliki kreatifitas tinggi. Kualitas pendidikan perempuan yang lebih baik akan menciptakan perempuan-perempuan Indonesia yang mandiri secara ekonomi dan akan mengurangi ketergantungan terhadap laki-laki. Pendidikan yang berkualitas pula yang akan mendorong perempuan untuk berani meruntuhkan konstruksi budaya patriarki yang eksis di Indonesia. Berikut beberapa hipotesis saya terhadap peran perempuan untuk kesejahteraan bangsa.
Peran Domestik, dan Publik Sekaligus Peran domestik yang sering digunakan untuk istilah peran perempuan dalam rumah tangga, sebagai ibu. Peran ibu adalah pilihan yang paling terhormat dan paling dominan mempengaruhi kesejahteraan. Peran ibu adalah fungsional, bukan struktural atau deferensiasi antara laki-laki dan perempuan secara gender. Pernyataaan Nabi Muhammad Saw yang menyebut nama ibu sampai tiga kali dan baru bapak sebagai orang yang harus kita hormati dan sayangi adalah pernyataan fungsional. Ibu merupakan sebutan bagi mereka yang mendedikasikan dirinya untuk merawat, melindungi, mengasihi dan mencintai sepenuh hati anak-anaknya melebihi cintanya kepada dirinya sendiri, bukan bagi mereka yang hanya sekedar melahirkan. Banyak laki-laki akan bersedia menggantikan perempuan untuk melahirkan apabila takdir Tuhan menghendaki laki-laki untuk melahirkan. Jadi, perempuan-perempuan yang mencampakkan anak-anaknya, bahkan membunuh anak-anaknya, mengabaikan perawatan, perlindungan dan kasih sayang terhadap anak-anaknya tidak pantas menyandang predikat atau panggilan ibu. Perempuan yang berpendidikan dan memilih menjadi ibu adalah modal besar bagi pembangunan menuju kesejahteraan. Dalam Artikelnya, Daoed Yoesoef, mantan Menteri Pendidikan Nasional masa Orde Baru mengutip hasil penelitian Decensheet seorang guru dari Amerika Serikat yang melakukan pengamatan terhadap fenomena pembangunan Jepang, Daoed mengesplorasi bagaimana Kyoku Mama atau kasih mama menjadi salah satu variabel penting bagi kebangkitan Jepang dari keterpurukan paska kekalahan dalam perang dunia kedua. Disiplin yang ketat dan kerja keras yang menjadi ciri manusia Jepang merupakan hasil karya Kyoku Mama. Tradisi patriaki yang kuat, dengan dominasi peran laki-laki yang keras merupakan wajah kebudayaan Jepang, nyaris seragam dengan karakter perempuan Indonesia yang mampu menahan penderitaan, dengan tetap manut terhadap kehendak budaya yang didominasi oleh laki-laki. Seiring dengan perkembangan zaman, Jepang sadar betul dengan pentingnya peran perempuan sebagai pencetak generasi baru bagi pembangunan Jepang.
Maka perempuan Jepang, menurut Decensheet mulai memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas. Seiring dengan meningkatnya pendidikan perempuan Jepang. Ternyata, bukan justru menggerus peran mereka sebagai ibu, malah fungsi perempuan Jepang sebagai ibu semakin termaksimalkan. Bekal pendidikan yang baik dijadikan alat untuk mengajarkan nilai-nilai disiplin dan kerja keras kepada anak-anak Jepang. Jadilah, anak-anak Jepang dibimbing dan diarahkan oleh ibu-ibu yang memiliki dedikasi dan pengetahuan layak untuk mengajarkan anak-anaknya. Di rumah anak-anak Jepang diajarkan berbagai nilai-nilai kultur kedisiplinan, kejujuran, dan kerja keras sedangkan di Sekolah mereka murni melakukan kegiatan akademik; belajar ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan bekal pendidikan pula mereka juga membantu ekonomi keluarga. Biasanya perempuan Jepang yang memiliki anak memilih bekerja Part time, pagi sekali mereka bersiap untuk menyediakan keperluan suami dan anak-anaknya, setelah suami dan anak-anaknya berangkat bekerja dan sekolah, mereka pun berangkat bekerja, sebelum anak-anak dan suami pulang kerumah mereka sudah ada lagi dirumah untuk mengecek tugas-tugas sekolah yang harus dikerjakan oleh anak-anaknya dan mengajarkan berbagai nilai kedisiplinan dan budaya baik lain. Perempuan Jepang dengan Kyoku Mamanya memberikan kontribusi besar bagi terciptanya manusia-manusia maju Jepang, dengan kata lain peran domestik perempuan Jepang dengan menjadi ibu yang baik dan berkualitas membuat perempuan Jepang juga melakukan peran publik sekaligus, karena anak-anak yang mereka didik akan memberikan kontribusi bagi pembangunan dan
kesejahteraan, demikian pula dengan suami mereka. Kartini-Kartini Hebat Political Will dari pemerintah untuk memaksimalkan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas bagi perempuan Indonesia. Agaknya, akan memberikan efek domino bagi kualitas manusia Indonesia secara keseluruhan. Kenyataannya, perempuan Indonesia adalah manusia-manusia yang mampu bertahan dalam berbagai kesulitan dalam kondisi knstruksi budaya yang nyaris sama dengan Jepang yakni patriarki. Seringkali perempuan Indonesia mampu menjadi tumpuan ekonomi keluarga. Mereka bekerja keras ketika menjadi ibu, dan mereka juga bekerja keras ketika menjadi tumpuan ekonomi keluarga. Mereka totalitas.
Belajar dari Muhammad Yunus, peraih Nobel Perdamaian tahun 2006 bersama Grameen Bank. Yunus dengan jeli, melihat potensi yang oleh Nietzche disebut sebagai kemauan akan kekuatan dalam diri perempuan miskin Bangladesh. Perempuan Indonesia memiliki potensi yang sama, tinggal bagaimana kesadaran pemerintah untuk membuka akses pendidikan dan ekonomi untuk mereka. Kombinasi pendidikan dan potensi perempuan Indonesia tersebut akan mampu menciptakan the miracle of Indonesia dalam jangka panjang, dimana kesejahteraan bukan lagi sekedar impian. Kebijakan pendidikan yang pro-perempuan, tidak berimplikasi parsial terhadap kualitas perempuanan sich. Namun, memberikan dampak luas bagi pembangunan Indonesia secara keseluruhan. Kartini Indonesia yang berpendidikan, akan menjadi ibu yang akan menciptakan anak-anak negeri yang berkualitas. Kartini Indonesia yang berpendidikan akan menjadi pemimpin-pemimpin yang peka terhadap kesusahan dan penderitaan rakyat, tidak sekedar Melankolis. Kartini Indonesia yang berpendidikan akan mampu memberikan perubahan untuk kesejahteraan, apapun pilihan peran yang akan mereka lakukan.
Selamat Berjuang Kartini-ku.


Wisata di Kabupaten Rembang

Wisata di Kabupaten Rembang


Museum Kamar Pengabadian R.A.Kartini

Obyek wisata Musium Kamar Pengabadian R.A.Kartini berada di Desa Kuthoharjo Kecamatan Rembang jarak 300 M dari pusat kota Rembang yang menempati salah satu ruangan Rumah Dinas Bupati Kepala Daerah Tk II Rembang. Untuk menuju ke musium sangatlah mudah dijangkau dengan kendaraan umum. Banyak wisatawan yang berkunjung di sana samping mengenang sejarah Pahlawan wanita ini yakni R.A. Kartirni juga akan melihat langsung sejarah peninggalannya yakni : Tulisan asli Kartini, Kamar pengabadiannya dimana kamar tersebut sebagai tempat untuk memperjuangkan Emansipasi wanita sehingga sampai beliau diberi gelar Pahlawan Wanita, sebagai lukisan R.A. Kartini dari putra satu-satunya yakni RM Susalit. Untuk mengetahui sejarah mana dan bagaimana latar belakang R.A. Kartini, di Obyek wisata tersebut disediakan Pramuwisata yang berusaha memberikan pelayanan dengan memuaskan dikandung maksud agar para wisatawan senang untuk berkunjung di Obyek wisata ini.Sedang dalam lokasi tersebut, para pengunjung bisa menyaksikan gedung tempat R.A. Kartini dahulu mengajar atau mengamalkan ilmunya kepada para anak didiknya. Bangunan asli tersebut terletak satu lokasi kurang lebih 150 m dengan museum R.A. Kartini.

Taman Rekreasi Pantai Kartini

Obyek wisata Taman Rekreasi Pantai Kartini; berada di desa Tasik Agung, Kecamatan Rembang. Jarak dari pusat kota Rembang ± 500 M dan mudah dijangkau dengan kendaraan umum, Obyek wisata ini mempunyai nilai sejarah, Konon Pantai di obyek wisata tersebut, dipergunakan untuk upacara sedekah laut, sedangkan tujuannya agar para nelayan mendapat keselamatan dan mendapatkan hasil perolehan ikan yang banyak. Namun sekarang nelayan telah menyelenggarakan upacara tradisi itu di masing-masing desanya. Adapun di Obyek wisata Taman Rekreasi Pantai Kartini tersebut setiap setahun sekali masih dilaksanakan upacara tradisi yakni Lomban atau yang disebut dengan syawalan, dimana para wisatawan baik wisatawan nusantara maupun mancanegara datang pada saat acara tersebut diselenggarakan yaitu pada hari ke-5 setelah Hari Raya Idul Fitri. Biasanya kegiatan yang dilakukan oleh para wisatawan beramai-ramai bersama keluarga naik perahu menuju pulau Marongan yang konon juga bersejarah.Agar para wisatawan dapat memperoleh kenangan setelah pulang di daerah tempat tinggal masing-masing, maka setiap hari besar atau dua kali dalam satu bulan pada hari Minggu di Obyek wisata tersebut di gelar pentas seni kesenian Daerah, dan para wisatawan juga dapat menikmati makanan khas daerah Rembang yang tersedia pada saat itu Cindera mata khas Rembang yang perolehannya dari benda-benda laut dengan bentuk dan motif yang bagus juga tersedia di sana.

Jangkar Dampu Awang

Jangkar Dampu Awang berukuran : panjang 4 M, panjang mata jangkar 2,5 M, berada di Obyek Wisata Taman Rekreasi Pantai Kartini, dimana jangkar ini konon sampai terdampar di Rembang akibat persengketaan antara Sunan Bonang dengan Dampu Awang, sehingga perahu Dampu Awang hancur sedangkan layarnya tertinggal di Bonang - Lasem, adapun jangkarnya tertinggal di Rembang. Jangkar yang mempunyai nilai sejarah ini dianggap keramat karena tidak ada yang dapat memindahkan selain dengah kekuatan Tuhan Yang Maha Esa. Ada juga yang berhasil dengan perantara jangkar tersebut penyakit yang diderita bisa sembuh, itulah keajaiban yang diberikan oleh Allah.

Banyu Kuwung Obyek Wisata

Banyu Kuwung terletak di desa Sudo Kecamatan Sulang ± 7,5 Km ke arah selatan kota Rembang. Obyek Wisata Banyu Kuwung ini banyak dikunjungi oleh para wisatawan karena selain pemandangannya yang indah juga tersedia fasilitas air yang bersih dan melimpah bagi yang hoby memancing sangatlah tepat untuk berkunjung di sana, karena sambil berimajinasi bisa mendapatkan ikan sambi bersantai bersama keluarga untuk menghirup udara yang segar dan suasana yang nyaman pula.

Makam R.A Kartini R.A.

Kartini wafat pada tahun 1904 dan dimakamkan di desa Bulu Kecamatan Bulu, terletak 17,5 Km ke arah selatan kota Rembang. Lokasi tersebut mudah dijangkau dengan kendaraan umum. Banyak wisatawan yang berziarah di sana apalagi pada tanggal kelahirannya yakni setiap tanggal 21 April. Di lokasi tersebut terdapat pula makam suami dan putra satu-satunya R.A. Kartini juga makam keluarga Bupati Rembang pada masa Kepemimpinan R.M.A.A Djoyodiningrat. Setelah berziarah biasanya para Wisatawan menikmati makanan khas dan berbagai Cinderamata yang telah dipamerkan di lokasi obyek tersebut. Sebagai kenangan tersendiri setelah pulang di daerah masing-masing.

Wana Wisata Kartini Mantingan

Obyek Wisata ini berlokasi di desa Mantingan, Kecamatan Bulu terletak 22 Km dari kota Rembang dan mudah dijangkau dengan kendaraan umum yakni Rembang Blora. Bumi perkemahan yang teduh karena terlindung oleh Hutan Jati ini, adalah Obyek Wisata yang sangat tepat untuk berekreasi bersama keluarga sambil menikmati alam yang sejuk dan indah bagi wisatawan yang gemar berolahraga renang disediakan kolam renang, dengan air yang bersih dan disediakan pula lapangan tenis. Selain itu bagi yang hobby kemping silahkan berkunjung di Obyek Wisata ini karena dengan hutan lindungnya yang lebat dan teduh sambil melihat koleksi binatang yang dijangkar di sana.


Rimba Pasucen

Obyek wisata yang berlokasi di desa Pasucen, Kecamatan Gunem ini terletak ± 30 Km dari kota Rembang. ± 7 km sebelah timur bumi perkemahan Mantingan. Untuk menuju lokasi tersebut lewat Bulu, karena Obyek Wisata ini sangat potensial namun masih diperlukan sarana yang menunjang terutama fasilitas transportasi.

Untuk menuju lokasi Obyek, jalan masih berbatu dan harus melewati kawasan hutan sepanjang ± 10 Km Obyek wisata ini sangat bersejarah hal ini terbukti dengan adanya 3 macam Goa yakni Goa Pajangan, Goa Joglo dan Goa J-gong yang konon sebagai tempat persembunyian Blancak Ngilo yang memusuhi Sunan Bonang dan juga terdapat air bersih yang konon ceritanya bekas tancapan tongkat Sunan Bonang. Bagi wisatawan yang ingin memperoleh cerita lebih jelas dan melihat langsung peninggalan-peninggalan yang bersejarah segeralah kunjungi Obyek Wisata Rimba Pasucen ini.

Petilasan Sunan Bonang

Obyek Wisata ini berada di desa Bonang, Kecamatan Lasem ± 17 Km dari Rembang dan mudah dijangkau dengan kendaraan umum. Obyek wisata yang mempunyai nilai budaya tradisional dan aspek historisnya menyangkut nama besar Sunan Bonang sebagai salah seorang dari sembilan Wali, tidaklah mengherankan apabila banyak wisatawan yang berkunjung di sana dan berziarah. Banyak peninggalan yang sangat bersejarah seperti ; Tempat Pasujudan dan Masjid Tiban yakni masjid yang tanpa Proses pendirian bangunan secara alami. Kemudian Bende Becak yang konon berasal dari nama seorang utusan dari Kerajaan Majapahit yang bernama Becak untuk menyampaikan berita kepada Sunan dan oleh karena Sunan masih menjalankan Ibadah Sholat dan berdzikir maka Becak tersebut menunggu di depan tempat tinggal Sunan sambil rengeng-rengeng atau menyanyi kecil nyanyian tersebut terdengar oleh murid Sunan, kemudian murid Sunan bertanya kepada Sunan, dan mungkin Sunan juga tidak berkenan mendengar suara itu maka Sunan menjawab bahwa itu adalah suara bende, dengan Karomah Sunan terjadilah keajaiban seketika berubah menjadi bende. Kemudian bende itu dimanfaatkan Sunan untuk mengumpulkan murid-muridnya Setelah wafatnya beliau, bende Becak tersebut dirawat dan disimpan oleh Juru kunci Petilasan Sunan Bonang yang berada di Obyek Wisata Petilasan Sunan Bonang, dan setiap tanggal 10 Dzulhijah pada hari raya Idul Adha setiap tahun bende becak tersebut di jamas atau disucikan dengan upacara ritual. Adapun Haul Sunan Bonang diperingati setiap tahun tepatnya pada bulan Selo hari Rabo Legi dan apabila bulan tersebut tidak ada hari Rabo Legi, maka diganti hari Jum'at Pahing. Mengenai sejarah Sunan Bonang yang unik ini, untuk lebih jetasnya kunjungilah segera Obyek Wisata Petilasan Sunan Bonang. Biasanya setelah para wisatawan berziarah dapat membeli "oleh-oleh" makanan khas Bonang, ikan asin, terasi asli Bonang dan dodol Bonang.

Embung Lodan

Embung Lodan terletak di desa Lodan Wetan Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang tempatnya ± 4 Km sebelah timur dari Sedan. Jarak dari kota Rembang ± 40 km. Embung Lodan saat ini masih dimanfaatkan sebagai irigasi dan penyediaan air bersih oleh masyarakat Sedan dan Sarang, juga sebagai pengembangan budidaya perikanan air tawar. Untuk pengembangan Obyek Wisata pemancingan dan wisata bahari dengan latar belakang perbukitan dan hutan jati serta mahoni wilayah Perum Perhutani KPH Kebon Harjo. Panorama yang indah sangat memungkinkan pengembangan obyek wisata terutama untuk bersantai bersama keluarga.

Hutan Wisata Sumber Semen

Obyek Wisata hutan wisata Sumber semen berada di desa Gading Kecamatan Sale, terletak ± 49 Km sebelah tenggara dari Rembang. Obyek wisata ini sangatlah tepat untuk berekreasi bersama keluarga karena pemandangar alamnya yang indah, sejuk dengan hutan lindung yang masih alam dan masih dihuni oleh binatang Kera yang sangat lucu. Konor binatang kera itu ada sejarahnya. Selain itu ada pula sebuah Goa yang ada nilai Historisnya yakni Goa Rambut, cerita Goa Rambut ini pengunjung akan mengetahui secara lengkap dan puas apabila datang langsung di Obyek Wisata Hutan wisata Sumber Semen ini. Sambil berkemah wisatawan juga dapat menikmati fasilitas air bersih dan kolam renang juga disediakan di sana.

Makanan & Minuman Khas Daerah

  • Sate Sarepeh Berupa sate ayam kampung yang bumbunya terdiri dari cabe merah, gula merah, santan dan garam. Adalah sebagai lauk pauk dan biasanya dirangkai dengan lontong.
  • Mangut Ikan laut segar yang dipanggang dengan bumbu-bumbu cabe hijau, bawang merah, bawang putih, garam dan santan kental. Sebagai sayur untuk makan siang/malam dalam menu sehari-hari.
  • Pindang Tempe Tempe dengan bumbu-bumbu cabe, bawang merah, bawang putih, asam (tomat) garam dan air. Biasanya ditambahkan juga ikan pindang. Sebagai sayur untuk makan siang (menu sehari-hari).
  • Sayur Merica Dari ikan laut segar dengan bumbu cabe, merica, bawang merah, bawang putih, kunyit, garam dan air.
  • Petis Bumbon Sayur untuk makan siang/malam yang terbuat dari bahan-bahan petis ikan/udang, telur rebus/ceplok langsung dengan bumbu cabe, bawang putih, bawang merah, kunci, lengkuas, daun jeruk purut, garam dan ditambah santan kental.
  • Lontong Tuyuhan Lontong dengan opor ayam kampung pedas khas desa Tuyuhan (Kecamatan Pancur). Makanan ini
  • tidak pernah atau jarang dibuat ibu rumah tangga. Sebagai makanan sore hari/malam hari, biasanya sekitar jam 15.00
  • WIB sudah dijual di lokasi desa Tuyuhan di sepanjang pinggir jalan dengan pemandangan sawah-sawah yang
  • menghijau. Dan minumannya air putih yang ditempatkan di kenda (tanpa gelas).
  • Dumbeg Dibuat dari tepung beras, gula pasir/gula aren dan ditambahkan garam, air pohon nira (legen), dan kalau
  • suka ditaburi buah nangka/kelapa muda yang dipotong sebesar dadu. Kemudian tempatnya dari daun lontar (pohon nira) berbentuk kerucut dengan bau yang khas. Yang terkenal dari desa Pohlandak (Kecamatan Pancur) dan desa Mondoteko (Kecamatan Rembang).
  • Jenang Waluh Dibuat dari buah waluh, gula aren, air nira dan garam, yang rasanya sangat manis. Dan biasanya dimakan dengan Jadah. Jadah yang terkenal adalah dari desa Pohlandak (Kecamatan Pancur).
  • Jadah Terbuat dari beras ketan putih, kelapa muda, garam yang ditumbuk halus (sewaktu masih panas) di atas keranjang yang Terbuat dari daun lontar/daun kelapa muda dan alat tumbuknya juga dilapis dengan daun lontar dan kelapa muda. Rasanya sangat gurih, kemudian dicetak persegi dan dibungkus dengan daun pisang (seperti lemper).
  • Biasanya dimakan bersama dengan Jenang waluh, yang terkenal dari desa Pohlandak (Kecamatan Pancur).
  • Kaoya Dudul Terbuat dari beras ketan, kacang hijau, gula aren/gula pasir dan garam. Tempatnya dari daun lontar berlubang bulat kecil sebanyak 5 buah, kalau makan tinggal didudul (ditekan) saja, rasanya sangat manis dan gurih.
  • Berasal dari desa Gunem Kecamatan Gunem.
  • Kerupuk Bakar Kerupuk udang dan tengiri dari kota rembang yang dioven/dibakar.
  • Kacang Atom Terbuat dari tepung beras dan tepung tapioka, kacang tanah, garam, bawang putih dan air yang dicetak bulat-bulat kecil dan digoreng. Rasanya sangat gurih dan banyak disukai masyarakat.
  • Kacang Pres Non Kolesterol Terbuat dari kacang tanah yang dipres (diambil minyaknya). Kemudian dibumbui bawang putih dan garam dan dioven.
  • Gula Semut Terbuat dari pohon nira (legen) dengan proses pemanasan, sehingga hasilnya seperti gula pasir/gula halus yang berwarna coklat.
  • Terasi Petis Bonang Terbuat dari udang/ikan segar dengan proses pemanasan. Bau dan rasanya enak. Yang terkenal dari desa Bonang Kecamatan Lasem.Rumah Makan

Hotel & Restaurant:

  • Binangun Indah Hotel & Restorant Fasilitas Rumah Makan Jl. Raya Km 5 Lasem Rembang Telp.(0295) 31386 – Ruang bersih dengan udara pantai yang nyaman. - Tempat Parkir yang luas dan aman - Penerangan dan air cukup – Tempat relax dengan pemandangan laut yang mempesona - Siap melayani Anda dengan hidangan yang sedap dengan tarip yang pantas.
  • Rumah Makan Maya Jl. Untung Suropati No. 48 Telp. (0295) 92155 REMBANG - JATENG Menyediakan: - Sea Food & Masakan Khas Maya - Asem-asem, Presto, Es cream spesial Menerima: - Pesanan Dos, Pesta, Nasi Tumpengan dll. Fasilitas: Tempat Parkir, Mushola, Ketxers han terjam n; serta pelayanan yang memuaskan. 100 % halal.
  • Rumah Makan HIEN Jl. Gambaran 24 Telp.(0295) 91583 Menyediakan: Sea Food, Ayam Special, Cap Jay, Puyung Hay - Mie Special dengan rasa khas yang tiada duanya dan dijamin 100 % Halal, jangan diragukan kehalalannya, ditanggung pasti Anda Puas, sekali coba pasti ingin datang lagi. Menerima: Pesanan untuk pesta, Doos dll.
  • R M "ANDRI" Jl. Perikanan No. 6B Telp. 91268 / Rembang Masakan: Cap Jay, Puyung hay, Sea food, dll.
  • R M "LESTARl" Jl. Diponegoro No. 102 Telp. 91149 Rembang Masakan: Khas sea food, Eropa, Indonesia, Chynes
  • R M "TUJUH SATU" Jl. Jend. Sudirman No. 71 Telp. 92871 Rembang Masakan : Khas Indonesia, Sea food. Menerima : Persewaan Mobil.
  • R M "BU JOYO" Jl. Untung Suropati No: 27 Telp. 91281 Rembang Masakan: Khas Jawa Tengah; Asem-asem sapi, Ayam goreng/bakar dll. Menerima: Pesanan nasi dos, Tumpengan, Perkawinan, Ultah dll
  • R M "SAHABAT" Jl. Raya Km: 5 Lasem-Rembang Telp. 31387 B nangun Rembang. Masakan: Sup, Asem-asem, Lodeh dll.
  • R M "GANTON" Jl. Kartini No. 5 Telp; 91437' Masakan: Spesial bakso, Cap Jay, Nasi Goreng dll.
  • R M "MITRA" Jl. Raya Km. 48 Kragan-Rembang, Kragan, Rembang Masakan: Gulai, Asem-asem, Ayarn Goreng dll.
  • R M "SUMBER REJEKI" Jl Raya Km 32 Pandangan - Rernbang Masakan : Khas Indonesia.Hotel
  • Hotel "RESTU" Jl. P. Sudirman No. 38 Telp. 91408 Rembang.
  • Hotel "PERDANA" Jl. P. Sudirman No. 76 Telp. 91389 Rembang.
  • Hotel "WIJAYA" Jl. Raya No. 101 - 105 Telp. 31095 Lasem - Rembang.
  • Hotel "SURYA" Jl. Raya LASEM - REMBANG.
  • Hotel "SUMBER AGUNG" Jl. Raya LASEM - REMBANG.